Rabu, 24 Agustus 2011

Come ON Kawan...!!!

Setiap kali saya mengikuti pelatihan menulis sering kali saya mendengar pembicara mengatakan bahwa “ Menulislah apa saja yang ingin anda tulis, menulislah apa saja yang anda alami, dan menulislah maka anda akan mudah mencari jati diri”. Sejenak saya bertanya dalam hati apakah dengan menulis saya dapat mengetahui jati diri saya? Apakah dengan menulis saya dapat mengetahui kadar keilmuan saya? Apakah dengan menulis saya menjadi apa yang saya inginkan dll. Semua pertanyaan tersebut seakan tiada habisnya mengepul diotak dan pikiran saya. Tanpa disadari ternyata sekarang saya sedikit demi sedikit telah terjun dalam dunia yang mungkin tidak asing dalam pandangan teman teman sekalian yaitu dunia Tulis- menulis. Saya teringat dengan perkataan teman sekaligus guru menulis saya Ust.Qosim yang mengatakan “Menulislah maka kamu akan hidup. Dengan menulis maka hidupmu akan menjadi lebih bermakna, karena disatu sisi kamu akan mendapatkan makna hidup dengan menuliskan apa yang kau miliki dan apa yang ingin kamu miliki.” Saya masih belum mencerna apa yang dimaksud dengan pernyataan guru saya tadi. Lantas saya kembali melihat kepada diri saya selama ini, atas apa yang saya perbuat dengan menulis. Selama ini saya menulis hanya mengandalkan otak kiri saya saja, seperti apa yang dikatakan Akh Radinal ketika saya menuliskan tulisan ini. Ia ingin mengetahui apa yang sedang saya tulis, namun saya tidak memberitahukannya saat Ia ingin melihatnya. Saya lebih mengutamakan apa yang saya rasakan namun kerap kali tidak memperhatikan bagaimana saya dapat menulis kapan dan dimana saja saya berada Mungkin benar apa yang ia katakan itu, selama ini saya menulis hanya sekedar meluapkan emosi yang ada dalam diri saya saja, saya menulis hanya menumpahkan apa yang saya inginkan, dan jarang sekali menulis untuk sebuah kebutuhan yang mungkin akan membuat saya menjadi jati diri sendiri seperti apa yang saya inginkan. Saya sepakat apa yang dikatakan oleh Wiliam forester bahwa “menulislah pada saat awal dengan hati. setelah itu, perbaiki tulisan anda dengan pikiran. kunci pertama dalam menulis adalah bukan dengan berpikir, melainkan mengungkapkan apa yang saya dan anda rasakan” mungkin dengan pernyataannya inilah saya kiranya dapat memahami konsep menulis yang benar yaitu diawali dengan yang namanya menulis dengan hati dan memperbaiki dengan pikiran. Saya pernah membaca sebuah artikel di situs Anda Luar Biasa.com yang berjudul Menulis, Bernyanyi, dan Menggambar mengembangkan fungsi otak” karya Aleysius Gondosari menyatakan bahwa dengan “Mengobrol dapat meningkatkan fungsi otak sebanyak 2%. Menggambar atau melukis juga dapat meningkatkan fungsi otak sebanyak 2%. Bermain alat musik juga dapat meningkatkan fungsi otak sebanyak 2%. Menyanyi dapat meningkatkan fungsi otak sebanyak 5%. Sementara menulis sebuah tulisan pendek juga dapat meningkatkan fungsi otak sebanyak 5%. Dengan menulis sebuah buku, fungsi otak akan meningkat sebanyak 10% hingga 20%. Menulis buku setebal Laskar Pelangi atau buku setebal Harry Potter dapat meningkatkan fungsi otak sebanyak 20%. Jadi, bila Anda ingin meningkatkan fungsi otak Anda kembali, berlatihlah menggambar, menyanyi, atau menulis.” Dari pernyataannya tersebut membuat saya bertambah semangat untuk menulis, menulis, dan menulis. karena terlihat jelas bahwa persentase menulis melampaui kegiatan yang lain yang tidak dibarengi dengan kegiatan menulis. Saya menulis saat saya tak tahu kepada siapa lagi saya berbagi, saya menulis hanya pada waktu-waktu tertentu saja yang sebenarnya itu dapat dicari dan dilaksanakan kapan dan dimana saja. Didalam buku Jangan Mau Tidak Menulis karangan penulis Fiksi Best Seller Gol A Gong menceritakan bahwa bagi siapa saja yang ingin mendapatkan berjuta-juta ide dalam menulis, maka hendaklah ia keluar dari rumah dan tliskanlah pengalaman-pengalaman yang didapat. Hal ini juga dilakukan J.K Raowling, bahwa untuk mempermudahnya, tuliskanlah hal-hal yang kami ketahui; tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar